Ketika seseorang mempertanyakan suatu kebenaran, maka kepastian bagi suatu dugaan kebenaran cenderung dihakimi oleh pengamatan. Pengamatan ini dapat dilakukan dengan uji pendengaran, uji perabaan, dan uji penglihatan. Namun mungkin yang paling disukai adalah uji penglihatan, dimana tanpa dapat dilihatnya suatu kebenaran, segera dinyatakan sebagai kurang benar atau bahkan tidak benar (tidak dapat dipercaya) sama sekali. Lalu bagaimana seharusnya … ? Read more…
Like this:
Be the first to like this post.
Benarkah kita tidak memerlukan untuk memastikan keberadaan Tuhan? Jawaban saya sederhana, tetapi disimpulkan ke dalam suatu pertanyaan yaitu: apakah gagasan Tuhan itu mengancam anda (secara bagaimanapun menurut anda)? Artinya, apakah anda merasa terancam dengan ide tentang Tuhan? Jika anda merasa terancam dengan ide tentang Tuhan, atau paling tidak anda ingin memastikan benarkah bahwa gagasan tentang Tuhan memang merupakan ancaman, lalu hal ini tetap berlanjut sampai sekarang, maka sebaiknya anda memberikan sedikit (atau banyak juga boleh jika memiliki ketahanan di dalam mencari kepastian tentang keberadaan Tuhan), yaitu perhatian di dalam memastikan ada atau tidaknya Tuhan. Read more…
Like this:
Be the first to like this post.
Sebelum membahas penciptaan dari ketiadaan, perlu ditegaskan terlebih dahulu batasan dari “penciptaan” & “ketiadaan”.
Ini bukanlah merupakan definisi yang lengkap tentang ketiadaan, tetapi disini nampak adanya konsistensi di dalam pemahaman tentang ketiadaan, dan melaluinya kita menginteraksikan dengan pemahaman lain untuk melihat kesimpulan yang terbentuk. Karena konsistensi di dalam pemahaman tentang ketiadaan mencakup kepada batasan tertentu saja (tidak lengkap), maka kesimpulan akhir dari interaksi dengannya boleh jadi juga tidak sedemikian luas, tetapi dari hal ini kita telah sedikit lebih maju di dalam memahami beberapa pokok pemahaman tertentu. Read more…
Like this:
Be the first to like this post.
COMMENTS