Argumentasi saya didasarkan kepada kebenaran axiomatis dan konsekuensi konsekuensinya. Beranikah anda menerima kebenaran ketika ia hadir, walaupun anda merasa ada keanehan dengan yang dialami sehari-hari ? Dan beranikah anda tidak bersepakat tentang suatu kebenaran bukan karena kebenaran tersebut dirasa janggal tidak sesuai dengan pengalaman sehari-hari, tetapi karena anda memang belum paham atau mengakui sebagai ketidakbenaran lalu bersedia berdiskusi lebih lanjut ? Read more…
Like this:
Be the first to like this post.
Sebelum membahas penciptaan dari ketiadaan, perlu ditegaskan terlebih dahulu batasan dari “penciptaan” & “ketiadaan”.
Ini bukanlah merupakan definisi yang lengkap tentang ketiadaan, tetapi disini nampak adanya konsistensi di dalam pemahaman tentang ketiadaan, dan melaluinya kita menginteraksikan dengan pemahaman lain untuk melihat kesimpulan yang terbentuk. Karena konsistensi di dalam pemahaman tentang ketiadaan mencakup kepada batasan tertentu saja (tidak lengkap), maka kesimpulan akhir dari interaksi dengannya boleh jadi juga tidak sedemikian luas, tetapi dari hal ini kita telah sedikit lebih maju di dalam memahami beberapa pokok pemahaman tertentu. Read more…
Like this:
Be the first to like this post.
COMMENTS