Argumentasi saya didasarkan kepada kebenaran axiomatis dan konsekuensi konsekuensinya. Beranikah anda menerima kebenaran ketika ia hadir, walaupun anda merasa ada keanehan dengan yang dialami sehari-hari ? Dan beranikah anda tidak bersepakat tentang suatu kebenaran bukan karena kebenaran tersebut dirasa janggal tidak sesuai dengan pengalaman sehari-hari, tetapi karena anda memang belum paham atau mengakui sebagai ketidakbenaran lalu bersedia berdiskusi lebih lanjut ? Read more…
Like this:
Be the first to like this post.
Setelah sekian lama mencari kebenaran dan akhirnya menemukan bukti kebenaran keberadaan Tuhan, … dan setelah mengetahui belum adanya argumentasi dengan eksplorasi pola kedalaman seperti yang telah saya ekplorasi, maka saya memulai publikasi ini. Anda dapat menambah wawasan dengan membaca argumentasi dari Aristotle dan lainnya.
Argumentasi ini menyempurnakan argumentasi yang mungkin telah anda kenal yaitu: “karena penelusuran mundur tak terbatas tidak mungkin, maka akan berakhir kepada Sesuatu yang paling awal (Tuhan)”, dimana penyempurnaan saya lakukan dengan meniadakan alasan yang bersandar kepada “adanya ketidak-terbatasan yang menandakan kemustahilan, dan yang harus ditebus dengan keyakinan adanya tak berawal”. Yaitu dengan melihat apa yang terjadi jika gagasan ketakterbatasan pada argumentasi ini dipertahankan, lalu mengamati konsekuensinya. Read more…
Like this:
Be the first to like this post.
COMMENTS